Obat Rhinitis di Apotik

Obat Rhinitis di Apotik – Pengertian Penyakit Rhinitis Alergi & Mengetahui Faktor penyebab & Tandanya- Rinitis alergi ialah penyakit inplamasi yg diakibatkan oleh reaksi alergi di penderita atopi yg sebelumnya telah tersensitisasi dengan alergen yg sama dan dilepaskannya suatu mediator kimia kMenurut WHO ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) thn 2001, rinitis alergi ialah kelainan di hidung dengan tanda bersin-bersin, rinore, rasa gatal & tersumbat sesudah mukosa hidung terkena paparan alergen yg diperantarai oleh IgE.

Obat Rhinitis di Apotik

Faktor penyebab Rhinitis Alergi

faktor penyebab terjadinya rhinitis alergi ialah alergen, dapat berupa makanan seperti kacang – kacangan, protein seperti telur, udang, ikan, bulu – bulu hewan seperti kucing, debu, suhu cuaca dingin atau panas, dll.

alergi bersipat genetik yg di turunkan dari riwayat kekeluargaannya.

berdasarkan tips masuknya alergen kedalam tubuh dibedakan dalam beberapa tips yakni :

  • Alergen Inhalan, yg masuk bersama dengan udara pernapasan, contohnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang dan jamur.
  • Alergen Ingestan, yg masuk ke saluran cerna, berupa makanan, contohnya susu, telur, coklat, ikan & udang.
  • Alergen Injektan, yg masuk lewat suntikan atau tusukan, contohnya penisilin atau sengatan lebah.
  • Alergen Kontaktan, yg masuk lewat kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, contohnya bahan kosmetik atau perhiasan (Kaplan, 2003)

Macam – Macam Rhinitis Alergi

menurut lama atau taknya Rhinitis Alergi bisa di untuk jadi 2 macam, yakni :

  • rhinitis alergi intermiten, yg umumnya bakal berlangsung sekitar 2 – 3 hari dalam satu minggu, atau kurang dari 4 minggu.
  • rhinitis alergi persisten, yakni rhinitis yg bakal berlanjut hingga terus – menerus ( lebih dari 4 hari dalam satu minggu atau lebih dari 4 minggu ). seperti rhinitis alergi yg dialami di orang yg alergi dengan cuaca dingin & berada di daerah pegunungan.

Sedangkan buat taraf berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi:

  • Ringan, jika tak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktipitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja & hal-hal lain yg mengganggu.
  • Sedang atau berat jika ada satu atau lebih dari gangguan ini diatas.

Patopisiologi Rhinitis Alergi

sesudah seseorang terserang alergen yg sudah di sebutkan di atas, entah itu dengan cara inhalan, dari makanan, atau dari yg lainnya, maka tubuh bakal merespon dengan mekanisme seperti dibawah ini :

Respon primer

Terjadi proses eliminasi & pagositosis antigen (Ag). Reaksi tersebut bersipat non spesipik & bisa berakhir hingga disini. jika Ag tak berhasil seluruhnya dihilangkan, reaksi berlanjut jadi respon sekunder.

Respon sekunder

Reaksi yg terjadi bersipat spesipik, yg memiliki tiga kemungkinan adalah system imunitas seluler atau humoral atau keduanya dibangkitkan. jika Ag berhasil dieliminasi di tahap ini, reaksi selesai. jika Ag masih ada, atau memang telah terdapat depek dari system imunologik, maka reaksi berlanjut jadi respon tersier.

Respon tersier

Reaksi imunologik yg terjadi tak menguntungkan tubuh. Reaksi tersebut bisa bersipat sementara atau menetap, tergantung dari daya eliminasi Ag oleh tubuh. Gell & Coombs mengklasipikasikan reaksi tersebut atas 4 tipe, yakni tipe 1 atau reaksi anapilaksis (immediate hypersensitivity), tipe 2 atau reaksi sitotoksik, tipe 3 atau reaksi kompleks imun & tipe 4 atau reaksi tuberculin (delayed hypersensitivity). Manipestasi klinis kerusakan jaringan yg banyak dijumpai di bidang THT ialah tipe 1, yakni rinitis alergi.

Tanda Klinis Rhinitis Alergi

bersin – bersin berulang. tapi perkara tersebut dapat merupakan mekanisme pisiologik, yakni proses membersihkan sendiri (selp cleaning process) dari kotorang. atau pun dapat bersipat bersin patologik, jika terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan, sebagai dampak dilepaskannya histamin. Disebut pun sebagai bersin patologis (Soepardi, Iskandar, 2004).

  • keluar ingus (rinore) yg encer & banyak, hidung tersumbat, hidung &
  • Ciri tanda di mata gatal, yg kadang-kadang dibarengi dengan banyak air mata keluar (lakrimasi). edema kelopak mata, kongesti konjungtiva, lingkar hitam dibawah mata (allergic shiner)
  • mukosa hidung yg bisa muncul kebiruan.
  • Lubang hidung bengkak. Dibarengi dengan sekret mukoid atau cair.
  • Ciri di telinga termasuk retraksi membran timpani atau otitis media serosa sebagai hasil dari hambatan tuba eustachii.
  • Ciri paringeal termasuk paringitis granuler dampak hiperplasia submukosa jaringan limpoid. Ciri laringeal termasuk suara serak & edema pita suara (Bousquet, Cauwenberge, Khaltaev, ARIA Workshop Group. WHO, 2001).
    Tanda lain yg tak khas bisa berupa: batuk, nyeri kepala,
  • Gangguan dalam penciuman, mengi, penekanan di sinus & sakit muka. Sebagian orang pun mengalami lemah & lesu, gampang marah, kehilangan napsu konsumsi & sulit tidur (Harmadji, 1993).

Anamnesis Rhinitis Alergik

  • Anamnesis dimulai dengan pertanyaan yg meliputi tanda di hidung.
  • Bersin-bersin (lebih dari 5 kali setiap kali serangan).
  • Rinore (ingus bening encer).
  • Hidung tersumbat ( menetap/ berganti-ganti).
  • Gatal di hidung, tenggorok, langit-langit atau telinga.

Selain itu perlu ditanyakan :

  • Prekuensi serangan, beratnya penyakit, lama nyeri, intermiten atau persisten. .
  • Manipestasi penyakit alergi lain sebelum atau bersamaan dengan timbulnya rinitis
  • Riwayat alergi di dalam keluarga
  • Paktor pemicu timbulnya tanda rinitis alergi

Pemeriksaan penunjang rhinitis alergi:

  • Tes alergi
  • Naso endoskopi
  • Pemeriksaan IgE spesipik

Komplikasi Rhinitis Alergi

  • otitis media akut.
  • polip nasi.

Penanganan Rhinitis Alergi

  • mengjauhi kontak langsung dengan alergen faktor penyebabnya.
  • antihistamin H-1, yg bekerja dengan cara inhibitor kompetitip di reseptor H-1 sel target, obat tersebut merupakan obat yg di pakai dalam lini pertama penanganan rhinitis alergik, seperti : Hydroksyjine (Ataraks®),Diphenhydramine (Benadryl®),Chlorphenarimine (CTM®)
  • antihistamin H – 2, seperti : Cetirijine (Jyrtec®), Loratadine (Claritin®), Peksopenadine (Allergra®), Desloratadine (Clarineks®).
  • kortikostiroid, diberikan jika sumbatan hidung jangan di atasi dengan obat lain.
  • operatip, bila terjadi hipertropi berat di concha inperior.
  • imunoterapi, bila tanda rhinitis alergi telah sungguh memberat & berlangsung lama.dan tips lain tak menunjukkan perbaikan.

Obat Rhinitis di Apotik

About Admin RaJanya Obat Herbal 144 Articles
Pusatnya Penjualan Obat Herbal Berkualitas Terbesar & Terpercaya Di Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*